
Seorang pria asal Wellsville, New York, mengaku pernah membuat kesepakatan dengan boss Facebook di tahun 2003. Pria bernama Paul Ceglia (39) membuktikan kesepakatan dengan Mark Zuckerberg itu melalui berbagai dokumen. Karena kesepakatan dinilai merugikan dirinya, Ceglia kemudian menuntut Zuckerberg sebagai pimpinan Facebook.
Gugatan untuk Zuckerberg tersebut didaftarkan pada pengadilan di tahun 2010 lalu, menyebutkan adanya kontrak yang ia tandatangani bersama Zuckerberg untuk kesepakatan pemberian beberapa persen saham Facebook untuk Ceglia. Kisah ini memang cukup unik karena Ceglia menyebutkan saat masih menjadi mahasiswa Harvard, Zuckerberg pernah membantu membuatkan program untuk perusahaan milik Ceglia, StreetFax.com.
Namun semua bukti email yang diajukan Ceglia dianggap palsu karena setelah pemeriksaan forensik diketahui bahwa Ceglia menulis sendiri semua email itu dalam Microsoft Word dan dikatakan berasal dari Zuckerberg. Sepertinya memang terdengar sebagai kisah nyata tetapi tentu saja pihak kepolisian tidak begitu saja percaya pada karangn Ceglia. Nyatanya, setelah dilakukan penyidikan hingga ke pihak Layanan Pos, diketahui bahwa semua dokumen surat-menyurat antara Ceglia dan Zuckerberg juga palsu.
Ceglia sengaja membuat surat-surat itu untuk mendukung gugatannya. Dalam gugatan palsunya, Ceglia mengatakan telah memberikan dana dalam jumlah besar untuk membantu pengembangan Facebook. Dan dia menuntut saham yang sesuai dengan apa yang telah ia sumbangkan pada Facebook.
Untuk semua ulahnya itu, pihak kepolisian New York telah menangkap Ceglia pada Jumat kemarin (26 Okt). Dengan ditangkapnya Ceglia, Facebook terbebas dari gugatan bernilai miliaran dollar…