NewsGpgo.inGopego MagzFans Art

Pakistan, Bangladesh dan Arab Saudi Blokir YouTube Terkait Film Anti-Islam

21 Sep 2012
Pakistan, Bangladesh dan Arab Saudi Blokir YouTube Terkait Film Anti-Islam

Setelah beberapa hari lalu Google menolak untuk menghapus trailer film Innocence of Muslim yang menuai kontroversi dari YouTube, kini aksi lanjutan dilakukan oleh sejumlah negara muslim. Pakistan dan Bangladesh telah memblokir website video-sharing Google Inc ,YouTube untuk mencegah orang menonton film anti-Islam yang telah memicu protes mematikan dari Timur Tengah sampai Asia Tenggara.

Menurut badan pers Arab Saudi kemarin, negara tempat kota suci Mekkah tersebut akan memblokir video tersebut, kecuali video dihapus. Perdana Menteri Pakistan, Raja Pervez Ashraf mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis malam, bahwa YouTube telah mengabaikan permintaan untuk menghapus video, dan website akan tetap tidak dapat diakses sampai mereka melakukannya.

Mir Mohammed Morshed, juru bicara dari Bangladesh Telecommunications Co Ltd, mengatakan bahwa perusahaan internet terbesar di Bangladesh juga telah memblokir situs tadi malam. Sedangkan Perdana Menteri Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa materi yang menghujat tidak akan ditoleransi. Kedua negara telah melakukan protes terhadap film tersebut selama beberapa hari terakhir.

Film, yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai seorang playboy ini memicu serangkaian demonstrasi kekerasan di seluruh dunia Muslim, dengan serangan yang mengacu pada target negara-negara Eropa dan AS. Dubes AS untuk Libya, Chris Stevens dan tiga rekannya tewas dalam serangan di Benghazi pekan lalu, sementara para demonstran Muslim di Tunisia dan di tempat lain juga tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan pemerintah.

Upaya untuk mengakses YouTube di Islamabad dan Dhaka pun tidak berhasil, pengguna di Pakistan menerima pesan bahwa layanan tidak tersedia. Google mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa perusahaan telah menerima informasi dari pengguna bahwa mereka tidak dapat mengakses YouTube di Pakistan dan Bangladesh. “Kami telah memeriksa jaringan kami dan tidak menemukan masalah”, katanya.

Akhir Minggu lalu Google mengatakan bahwa pihaknya membatasi akses film di India dan Indonesia dalam rangka mematuhi hukum setempat. Situs YouTube, yang memiliki lebih dari 2 miliar view sehari juga telah memblokir video di Libya dan Mesir. Terkait dengan kasus ini, Google mengatakan bahwa untuk bisa menghapus konten ilegal, YouTube mengharuskan adanya perintah pengadilan yang sah atau pemberitahuan resmi pemerintah. Bagaimana dengan Indonesia, apakah akan melakukan aksi serupa dengan Pakistan, Bangladesh dan Arab Saudi?

Source

FROM OUR PARTNER