Pada awalnya, para hacker umumnya sangat menikmati kegiatan hacking akun-akun terkenal Twitter. Namun kini masa tersebut telah berlalu, dan para hacker tersebut lebih berminat untuk bekerja di Twitter.
Hacker terbaru yang resmi bergabung dengan Twitter adalah Charlie Miller, salah satu hacker paling terkenal di dunia hacking yang sempat mendapatkan pelatihan resmi NSA (National Security Agency) serta reputasi mentereng untuk masalah mengeksploitasi kelemahan perangkat-perangkat iOS, Mac OS X dan juga Android.
Kepastian tersebut diungkapkan langsung oleh Miller via akun Twitter miliknya. Walaupun enggan memberikan secara pasti tentang apa saja yang akan menjadi tugasnya (dan juga jabatannya) selama di Twitter, namun Andy Greenberg dari Forbes mendapatkan kabar bahwa Twitter kemungkinan berkeinginan untuk memperkerjakan Miller sebagai penetration tester full-time untuk menguji segala macam kerentanan dalam layanan Twitter dan memberikan solusi untuk celah tersebut.
Mengingat resume-nya sebagai salah seorang tester di beberapa perusahaan pengamanan terkemuka di AS dan yang juga sempat menjabat sebagai ‘Global Exploitation Analyst’ di NSA, maka besar kemungkinan tugas barunya akan berkutat pada peran serupa sebagai seorang konsultan pakar bagi security team di Twitter.
Catatan kesuksesan hacking Miller untuk produk-produk Apple meliputi:
- pada tahun 2007, Miller merupakan hacker pertama yang sukses meng-hack iPhone via web browser di iPhone
- 6 bulan kemudian Miller memenangkan kontes hacking Pwn2Own di Vancouver dengan menjebol keamanan sebuah MacBook Air dalam waktu 2 menit
- pada tahun 2009, Miller mengungkapkan sebuah teknik untuk membajak iPhone via sms. Miller juga menemukan cara untuk menginfeksi MacBook dengan malware via power adapter
- lisensi developer iOS resmi milik Miller telah dicopot oleh Apple gara-gara sukses menyelundupkan sebuah aplikasi iOS di App Store tanpa sepengetahuan Apple (demi membuktikan kerentanan pengamanan Apple)
Miller kini mengalihkan fokusnya ke Android, dan telah sukses mengelabui program Bouncer milik Google yang ditugaskan untuk mendeteksi malware di Android Market, serta menggunakan chip NFC untuk menjebol pengamanan ponsel Nokia dan Samsung, dengan hanya mendekatkan sebuah perangkat lain di dekat ponsel Samsung atau Nokia tersebut.
Anda mungkin menganggap bahwa kebijakan untuk mempekerjakan para hacker ini terbilang aneh, namun Twitter selama ini telah memfokuskan upaya mereka untuk membuktikan pada para pengguna bahwa mereka benar-benar berkomitmen dalam melindungi privasi para pengguna, terutama dari segi anonimitas, bahkan melampaui komitmen Facebook dan Google. Twitter juga masih menjadi salah satu layanan social media mainstream yang mengijinkan penggunaan nama samaran.
Seluruh tindakan ini dirancang agar Twitter mampu menjadi sebuah tempat aman, terutama bagi para pengguna dengan celotehan bermuatan politis, agar bebas berkicau tanpa merasa khawatir identitas aslinya akan dikenali oleh pemerintah otoriter.