NewsGpgo.inGopego MagzFans Art

Pendapatan Facebook Naik, Saham Justru Anjlok

27 Jul 2012
Pendapatan Facebook Naik, Saham Justru Anjlok

Image credit: Reuters/Eric Thayer/Files


Setelah sahamnya dibuka untuk publik beberapa waktu lalu, di akhir Mei ini Facebook Inc justru melaporkan adanya perlambatan drastis dalam pertumbuhan pendapatannya. Facebook juga gagal dalam prakiraan keuangan sehingga memicu semakin menguatnya kekhawatiran yang meragukan kemampuan Facebook dalam mendorong pertumbuhan iklan. Sebagai akibatnya, saham Facebook jatuh pada posisi terendah.

Dalam laporan laba perdananya sejak menjadi perusahaan Amerika pertama yang memulai debut publik dengan nilai saham lebih dari $100 miliar, Facebook melaporkan pendapatan meningkat 32 persen pada kuartal kedua 2012 menjadi $1,18 miliar, sesuai dengan perkiraan rata-rata. Sayangnya hal itu tidak memberikan prospek yang baik untuk periode ini seperti yang diharapkan sejumlah investor.

Saham Facebook diluncurkan sepertiga dari nilai perusahaan sejak Mei 2012 dengan harga $38 per saham. Nilai itu hari ini justru turun hingga di bawah $24. Menurut CEO Facebook, Mark Zuckerberg, perusahaan yang ia pimpin bisa melihat hasil yang menggembirakan dari layanan iklan yang baru diluncurkan. Ia juga meyakini bahwa Facebook kini memiliki “jalur jelas” untuk membangun bisnis mobile yang kuat.

Dalam delapan tahun perjalanannya dan mencapai puncak dengan pembukaan saham untuk publik, sekarang harga saham Facebook pelan-pelan terus merosot. Hal itu tak lepas dari keingintahuan para investor yang terus mempertanyakan valuasi Facebook lebih dari 50 kali pendapatan, juga keraguan akan kemampuan jangka panjang FB dalam mempertahankan pertumbuhan sementara pengguna terus bermigrasi ke perangkat mobile.

Pengguna aktif bulanan Facebook tumbuh menjadi 955 juta pada akhir kuartal kedua. Jumlah itu naik dari 901 juta pada akhir Maret. Pengguna Facebook melalui ponsel melonjak 67 persen dibanding Maret tahun lalu, menjadi 543 juta pengguna. Hal itu dinilai investor sebagai tekanan yang harus diperhatikan mengingat iklan mobile yang ditawarkan Facebook masih sangat terbatas.

“Pertanyaan terbesar di saham Facebook adalah bagaimana Facebook bisa menguangkan sahamnya yang bernilai miliar dollar itu, demikian juga dengan penggunanya. Banyak orang berpikir bahwa mereka tidak dapat mengubah para pengguna menjadi uang,” jelas Michael Matousek, seorang trader senior di U.S. Global Investors Inc, yang juga turut mengelola saham Facebook untuk publik, sekitar $3 miliar.

Untuk mengurangi kekhawatiran investor dan kembali menguatkan sahamnya, kabarnya para petinggi Facebook tengah berusaha keras mengoptimalkan Facebook mobile app. Pengembangan mobile app akan difokuskan pada perangkat populer seperti Apple iPad dan iPhone.

Source

FROM OUR PARTNER