Google+ tampaknya didesain oleh para pria yang jarang berhubungan dengan wanita, paling tidak hal itulah yang diindikasikan oleh 5 wanita pakar teknologi dalam sebuah panel diskusi di ajang Google I/O minggu lalu.
Panel diskusi tersebut memfokuskan pada topik mendesain halaman web yang mampu menarik para wanita, dan para desainer tersebut kemudian mendapatkan sebuah pertanyaan dari salah satu audiens: mengapa lebih banyak pengguna pria daripada wanita di Google+ (dengan rasio perbandingan 2:1)? Berikut adalah beberapa jawaban dari para pakar tersebut:
“Saya pikir seed dari komunitas tersebut memegang peranan yang sangat-sangat penting. Polyvore mendapatkan seed dari forum-forum fashion,” kata Jess Lee, pengusaha wanita pendiri website komunitas foto dan fashion Polyvore.
“Seed dari Google+ adalah para karyawan Google sendiri, yang mayoritas lebih berorientasi pada teknologi, dan didominasi oleh para pria. Dan lewat hal itulah mereka tumbuh, dengan mengundang teman-teman mereka sendiri. Sedangkan Facebook dimulai (oleh Zuckerberg) di jaman kuliah… (dan bisa Anda simpulkan sendiri). Semuanya selalu bermula seed, dan seed untuk Google+ berbeda.”
Margaret Wallace, seorang pengusaha yang bergerak di bidang video game berpendapat bahwa Google+ hanya memerlukan perombakan UI saja. Tracy Chou dari Pinterest mengatakan: “Anda harus memahami titik awal mula Anda. Jika Anda telah mampu melakukannya dengan baik maka Anda bisa melanjutkan menentukan perluasannya dan memulai pertumbuhan di daerah tersebut. Saya yakin awal perkembangan Wikipedia juga pasti belum selengkap saat ini.”
Bagaimana dengan Anda? Sepakat dengan pendapat tersebut?