Situs social network buatan Google yaitu Google+ telah memantik sejumlah perdebatan sejak awal peluncurannya. Sekalipun mengklaim telah memiliki basis pengguna yang cukup besar, namun studi terbaru malah mengklaim bahwa interaksi sosial antar pengguna di Google+ ibarat kota hantu. Kini salah satu mantan karyawan Google yang sempat berposisi sebagai Enginering Director di Google ikut mengkritik layanan social networking tersebut dan juga co-founder Google Larry Page.
Mantan eksekutif tersebut menuduh bahwa Google menganggap layanan Google+ hanya sebatas sebagai salah satu alat untuk mencapai tujuan mereka, dan tujuan tersebut tak lain adalah untuk menggali informasi pribadi sebanyak mungkin dari tiap pengguna yang kemudian akan bisa digunakan untuk menarik minat dari para calon pengiklan potensial.
Spencer Tipping, seorang programmer yang baru saja meninggalkan Google sebulan yang lalu, baru saja memposting sebuah tulisan tentang pengalamannya selama bekerja di perusahaan yang berbasis di Mountain View tersebut. Dalam sejumlah daftar panjang yang mencakup berbagai pro dan kontra tentang Google, Tipping mendiskusikan kultur teknologi serta kultur korporat di dalam tubuh perusahaan Google, sambil menekankan bahwa salah satu penipuan berkedok kultur korporat di dalam Google adalah Google+.
“Saya pikir Google+ adalah sebuah usaha yang sama sekali tidak pantas untuk mendapatkan tempat di Google. Apa yang saya katakan bisa jadi sebuah personal bias (sangat subyektif). Namun saya melihat Google lebih sebagai tempat untuk menyelesaikan berbagai macam masalah teknis yang sangat susah, bukan untuk melakukan hal bodoh seperti meng-clone Facebook. Google, menurut pendapat saya, telah kehilangan acuan tentang apa yang dianggap penting ketika mereka terperosok dalam situasi sulit ini.”
Banyak yang berpendapat bahwa postingan Tipping hanya sekedar keluh kesah dan kekecewaan dari seorang mantan karyawan, namun jumlah reply yang mendukung pernyataan Tipping ternyata jauh melampaui jumlah pendapat yang menyangsikan Tipping. Mengingat bahwa Google sebelumnya juga sempat dikritik oleh mantan karyawan lain yang mengutarakan kekecewaan serupa, apakah ini pertanda bahwa Google sedang menuju akhir dari era mereka seperti Yahoo?