Siapa bilang Facebook hanya diperuntukkan bagi manusia? Peneliti di Oxford University telah melakukan jutaan observasi burung yang disebut “great tits” menjadi “Facebook for animals”. Mereka menemukan bahwa burung-burung, seperti halnya manusia cenderung membentuk lingkaran pertemanan.
Jika Anda mencari tahu lebih jauh mengenai spesies burung “great tits” yang juga dikenal dengan nama ilmiah Parus major, Anda akan menemukan kesamaan lain antara afiliasi Facebook dan interaksi dunia nyata burung-burung tersebut. Sebagai contoh, hubungan sosial terkuat menghubungkan burung dengan pasangan mereka. Seperti halnya dengan Facebook check-in, kedekatan geografis meningkatkan kemungkinan interaksi sosial. Dan ada banyak contoh dari hubungan timbal balik “teman dari teman”.

Grafik peta jaringan Wytham Woods jejaring sosial “great tits” pada 9 September 2007. Tidak semua 770 burung dari musim 2007-2008 dicatat selama hari itu, dan individu tanpa koneksi telah dihapus dari jaringan.
Bukan seolah-olah dunia hewan tiba-tiba login ke media sosial. Tapi sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti Facebook mencerminkan karakteristik yang ditemukan dalam jejaring sosial yang terbentuk secara alami oleh manusia, burung dan spesies lainnya. “Dari perspektif rekayasa murni, saya akan mengatakan ada kesamaan antara Facebook dan jaringan great tits,” ungkap Ioannis Psorakis, penulis utama penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Royal Society Interface.
Penelitian ini dibangun berdasarkan data yang dikumpulkan antara tahun 2007 sampai 2009, yang menunjukkan bagaimana bulu burung-burung terkumpul di 67 tempat makanan burung yang menyebar di seluruh Wytham Woods dekat Oxford. Ribuan burung dilengkapi dengan transponder radio dan mendata lebih dari 700 burung yang sering mengunjungi tempat makanan.
Well.. sebuah penelitian yang cukup menarik. Anda mungkin akan bertanya-tanya, spesies lain apa lagi yang memiliki kecenderungan jaringan sosial serupa, dan bagaimana hal itu mencerminkan manusia adalah sebuah keajaiban tersendiri.