NewsGpgo.inGopego MagzFans Art

Google+ Bukannya Tidak Populer, Hanya 'Lebih Selektif'

21 Jun 2012
Google+ Bukannya Tidak Populer, Hanya 'Lebih Selektif'

Kurang populernya Google+ tampaknya memang merupakan sesuatu yang ‘direncanakan’ oleh Google. Hal tersebut diungkapkan oleh Vice President untuk divisi produk Google Bradley Horowitz pada surat kabar terkemuka asal Inggris The Guardian, dia menyatakan bahwa Google sesungguhnya memang menginginkan adanya friksi yang lebih banyak untuk memperlambat aktivitas sharing dari para pengguna di Google+.

“Friksi bisa jadi merupakan sebuah hal yang bagus. Kami telah memperkenalkan sebagian kecil friksi di dalam sistem kami,” ujarnya, sambil mengacu pada fakta bahwa para pengguna Google+ harus benar-benar menentukan secara spesifik lingkaran pertemanan mana yang ingin mereka sertakan sebelum mereka memposting sesuatu.

“Waktu jeda sejenak tersebut akan memberikan para pengguna keyakinan untuk memastikan bahwa provasi mereka tidak akan dilanggar. Kami pikir hal tersebut merupakan timbal balik yang para pengguna inginkan: dipertimbangkan, bijak dan juga otentik, sebuah hal yang sangat berlawanan dengan konsep sharing secara ‘public.’ “

Hasil studi yang dirilis oleh RJ Metrics memang sempat menyebut Google+ ibarat kota hantu, lantaran minimnya interaksi antar pengguna dalam sebuah postingan serta minimnya +1 yang muncul, dan hal tersebut mengindikasikan bahwa tiap postingan hanya sekedar muncul dan dan segera diacuhkan oleh pengguna lain.

Google pun segera menyanggah hal tersebut dan mengatakan bahwa kesimpulan tersebut cacat, karena hanya menganalisa interaksi pada postingan yang bersifat ‘public,’ padahal aktifitas sharing di Google+ sangat aktif di dalam sebuah lingkaran khusus atau antar individual.

Apakah Anda juga mempertimbangkan aspek-aspek tersebut sebelum men-sharing sesuatu?

Source

FROM OUR PARTNER